Wahai Anakku, Luaskan Hatimu Dengan Dzikir, Syukur Dan Tawakal
LEMBAH SUFI - Seorang murid datang kepada gurunya, seorang guru sufi yang dikenal dengan kebeningan hatinya. la berkata, Wahai guru, hatiku selalu gelisah. Aku beribadah, namun rasa tenang tidak kunjung hadir. Apa yang salah denganku?
Guru sufi tersenyum lembut, lalu menjawab:
Wahai anakku, kegelisahan lahir bukan karena sedikitnya ibadahmu, melainkan karena hatimu masih terikat pada dunia. Kau beribadah dengan lidahmu, tetapi pikiranmu berlari kepada urusan dunia. Bagaimana ketenangan akan datang bila hatimu tidak hadir bersama Allah?
Murid itu menunduk, matanya berkaca-kaca, Lalu bagaimana caranya guru?
Guru sufi mengambil segelas air, lalu memasukkan segenggam garam ke dalamnya. la menyuruh muridnya meminumnya
Murid itu pun meneguknya, lalu berkata, Masin sekali guru, aku tidak sanggup menelannya
Kemudian guru sufi membawanya ke sebuah danau. la menaburkan garam yang sama banyaknya ke dalam air dan berkata, Sekarang minumlah
Murid itu meminum air danau itu dan tersenyum, rasanya segar guru
Guru sufi menepuk bahunya sambil berkata, Begitulah hati manusia. Bila hatimu sempit seperti gelas, sedikit saja ujian akan membuatmu pahit. Tetapi bila hatimu luas seperti danau, maka sebesar apa pun ujian, ia akan larut dalam ketenangan
Luaskan hatimu dengan dzikir, syukur dan tawakal. Maka engkau akan merasakan manisnya iman
Murid itu menangis, lalu berjanji untuk membersihkan hatinya memperbanyak dzikir dan menyerahkan segala urusan kepada Allah

0 Response to "Wahai Anakku, Luaskan Hatimu Dengan Dzikir, Syukur Dan Tawakal"
Post a Comment